Sabtu, 06 Agustus 2011

Antara Fungsi dan Gengsi

Pergeseran nilai suatu barang dari pemuas kebutuhan fisik menjadi pemuas kebutuhan psikologi telah menciptakan sikap hidup hedonisme yang sangat terasa dalam corak hidup masyarakat. Kalau mau jujur, di dalam membeli sebuah produk sering orientasi pemikirankita bukan pada fungsi barang tersebut, tetapi pada gengsinya.

Misalnya dalam memilih pakaian yang pada dasarnya berfungsi untuk melindungi tubuh dari gangguan luar dan memberikan keindahan, beralih fungsi menjadi penentu tingkat strata sosial masyarakat di mana pada umumnya strata itu sendiri semu. Apakah pakaian yang berlabel Giani Versace, Wrangler, Arrow dsb jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pakaian tanpa merk yang dijahit oleh tukang jahit?

Apakah ayam goreng KFC mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan dengan ayam goreng tepung yang digoreng di rumah? Mungkin tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas atau rasanya memang sedikit di atas biasa, tetapi melihat perbandingan harga yang berlipat-lipat kali ganda maka diasumsikan bahwa yang dibeli lebih banyak gengsinya.

Dalam situasi krisis seperti ini dituntut kebijaksanaan bagi setiap kita untuk menempatkan barang yang kita konsumsi pada fungsi dasarnya. Jangan berpikir bahwa berkat yang Tuhan berikan harus dipertanggungjawabkan secara benar. Menahan diri untuk tidak membeli produk bergengsi, tidak makan makanan bergengsi merupakan wujud kepedulian dalam menyelamatkan negara ini.

Sikap hidup hedonisme tidak dibenarkan oleh Firman Allah. Banyak hal bisa dilakukan dengan uang yang lebih bermanfaat dan lebih tepat guna daripada membeli gengsi. Mungkin tidak perlu dipikir dulu mau membantu bangsa dengan harta, tetapi dengan menghemat untuk diri sendiri sudah lebih dari cukup berperan dalam menanggulangi krisis.

Pergunakanlah berkat yang Tuhan berikan secara tepat guna, pada sesuatu yang punya nilai pasti, bukan pada gengsi yang semu.Jika Anda melakukan sesuatu, tanyakan dulu pada diri Anda sendiri apakah itu Anda lakukan untuk sesuatu yang bermanfaat atau Anda melakukannya demi gengsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar